>Selamat datang,blog ini bebas akses,mohon saran dan kritiknya

Rabu, 29 September 2010

KARSINOMA MAMMAE

Frekwensi. 20% dan semua karsinoma pada wanita.
Umur. 40 — 65 tahun.
Stadium pre-malignum. Mastitis kistik yang menahun.
Letak tumor. 50% terdapat pada kwadran atas lateral, 10% pada kwadran bawah lateral, 20% pada bagian tengah dan 20% pada bagian medial daripada mamma.
Histologi.   a.   Karsinoma (95%)
(i)   jenis skirus; tumor mi yang paling sering dijumpai, prognosisnya relatif baik;
(ii)  jenis ensefaloid; lebih ganas daripada karsinoma skirus.
b.   Papilari duct karsinoma; tumor ini tidak begitu ganas (low-grade malignancy) dan perdarahan dan papila mamma merupakan gejala dini.
c.   Sistosarkoma filloides; tumor mi tidak- responsif terhadap radiasi.
d.   “Paget’s disease of the nipple”, suatu intraduct karsinoma dengan kelainan eksemateus pada jaringan sekitar papila mamma.
Penyebaran.    Lokal :          Mula-mula terdapat perlekatan atau ulserasi kulit, kemudian terjadi infiltrasi ke jaringan sekitarnya. Limfatik: ke kelenjar limfa regional, terutama kelenjar axilla.
                        Hematogen:  ke tulang, hati, paru-paru dan otak.
Gejala klinik.   Pada permulaan biasanya hanya teraba suatu benjolan kecil pada mamma, kadang-kadang disertai rasa nyeri. Retraksi papila mamma atau perdarahan dan papila mamma pembesaran kelenjar limfa axilla, metastasis di tulang atau paru-paru merupakan tanda-tanda adanya karsinoma mamma.
Stadium klinik. Karsinoma mamma dibagi dalam 4 stadium:
Stadium I.       Tumor. terbatas pada mamma dan dapat digerakkan dan m. pektoralis.
Stadium II.      Sama seperti stadium I, tetapi teraba kelenjar axilla yang masih dapat digerakkan.
Stadium III.    Tumor melekat pada m. pektoralis atau dinding torax. 
                        Infiltrasi kulit yang luas atau terdapat “peau d’orange” Kelenjar limfa axilla tak dapat digerakkan atau teraba kelenjar limfa suprakiavikula atau kelenjar limfa axilla kontra-lateral.
Stadium IV.     Metastasis di tulang, paru-paru, hati, otak, dll.
Prognosis.       Ada beberapa faktor yang dapat mempengaruhi prognosis daripada karsinoma mamma:
  1. Stadium penyakit. Prognosis makin buruk apabila stadium penyakit makin lanjut.
  2. Letak tunor. Tumor yang terletak di kwadran lateral mempunyai prognosis lebih baik daripada kwadran dalam.
  3. Jenis histologik daripada tumor. Karsinoma skirus dan papilari duct karsinoma mempunyai prognosis yang lebih baik daripada karsinoma ensefaloid.
  4. Prognosis lebih baik bagi yang berusia lanjut (post menopause); mungkin ini ada hubungannya dengan aktivitas hormon estrogen.
  5. Kehamilan dan laktasi. Ini mempunyai efek yang buruk terhadap karsinoma mamma.
Terapi. Pengobatan karsinoma mamma tergantung pada stadium penyakit. Kini untuk karsinoma mamma stadium I banyak dilakukan mastektomi simpel disertai penyinaran post operatif, karena menurut Mac Whirter hasilnya sangat memuaskan. Indikasi untuk operasi karsinoma mamma sekarang lebih. tegas, kasus yang agak lanjut stadiumnya lebih baik tidak dioperasi tetapi diberi penyinaran. Pendapat ini merupakan salah satu kemajuan yang besar dalam terapi karsinoma mamma.
Stadium I        a.   Mastektomi radikal. Apabila kelenjar limfa axilla positif, maka diberi penyinaran post operatif.
atau     b.   Mastektonn simpel + penymnaran post operatif. Dosis: 4000 rad pada kelenjar limfa regional dan dinding torax dalam waktu 4— 5 minggu.
Stadium II.      Mastektomi simpel + penyinaran post operatif. Dosis sama seperti I (b).
Stadium III.    Radioterapi. Dosis 4000 rad pada tumor dan kelenjar limfa regional dalam waktu 4 — 5 minggu.
Stadium IV.     -     Radioterapi paliatif. Dosis: 3000 rad pada tumor dan kelenjar limfa regional dalam waktu 3 – 4 minggu.
-          Metastasis di tulang: 2000 rad dalam 2 minggu.
-          Kastrasi. Dosis: 1200 rad pada ovarium dalam I minggu.
-          Terapi hormon. Androgen dan estrogen dapat diberikan untuk pengobatan paliatif. Androgen biasanya diberikan pada penderita pre-menopause, estrogen pada post-menopause. Untuk metastasis tulang androgen juga dapat diberikan pada penderita post. menopause. Androgen: testosterone propionate, 100 mg., 2 – 3 X  seminggu selama 3 bulan. Estrogen: stilboestrol, 10 mg. sehari atau etiniloestradiol, 3 mg. sehari.
-          Prednison. Terapi dengan prednison diberikan pada penderita post-menopause. Dosis: 3 X 30 mg sehari.
Hasil terapi. Tanpa pengobatan rata-rata hidup sampai 3 tahun lebih dan 22% sampai 5 tahun.
Dengan pembedahan dan/atau radioterapi terdapat 5 tahun survival rates sebagai berikut:
stadium I.        :     70 — 80%
stadium II       :     35 — .45%
stadium III      :     10 — 15%
stadium IV      :     5 — 10% (hanya radioterapi)

PENGOBATAN KANKER PAYUDARA

Pengobatan kanker payudara tergantung dari :
  • Ukuran dan letak tumor
  • Apakah kanker sudah menyebar
  • Kondisi kesehatan pasien secara keseluruhan.

Dalam banyak kasus, dokter akan bekerjasama dengan pasien untuk menentukan rencana pengobatan Meskipun pengobatan tiap pasien akan di sesuaikan oleh dokter. Tapi berikut adalah langkah-langkah umum yang dilakukan dalam pengobatan kanker payudara :
·       Tujuan utama pengobatan kanker stadium awal adalah mengangkat tumor dan membersihkan jaringan disekitar tumor. Jadi dokter akan merekomendasikan operasi untuk mengangkat tumor. Umumnya kemudian akan dilakukan terapi radiasi pada jaringan payudara yang masih ada. Untuk keadaan tertentu ( misalnya, pasien dengan problem medis yang serius ) radiasi bisa jadi ditunda.
·       Tahapan berikut dalam menangani kanker stadium awal adalah mengurangi resiko kanker akan kambuh dan membuang sel kanker yang masih ada. Bila tumornya lebar atau saluran kelenjar getah bening telah terserang kanker juga, dokter akan merekomendasikan terapi tambahan, antara lain : Terapi Radiasi, Chemotherapy, dan / atau hormone terapi. Sedang untuk kanker yang kambuh lagi, diperlakukan dengan bermacam-macam cara. Ketika merencanakan pengobatan, dokter akan mempertimbangkan beberapa factor :
·       Stadium dan grade kanker
·       Satus tumor hormone receptor (ER, PR) dan status HER2/neu
·       Umur pasien dan kesehatannya secara umum
·       Pasien sudah menopause atau belum
·       Adanya mutasi dari gen kanker payudara Kondisi biologi kanker payudara memberi efek pada tingkah laku kankernya dan pengobatannya. Beberapa tumor ukurannya kecil tapi tumbuhnya cepat atau ukurannya besar tapi tumbuhnya lambat.
OPERASI
Secara umum, semakin kecil tumor, dianjurkan untuk operasi.Berikut adalah type-type operasi :
·       Lumpectomy ( Partial mastectomy / Segmental mastectomy ), mengangkat tumor dan membersihkan jaringan sekitar tumor. Untuk DCIS dan Kanker yang invasive, biasanya terapi radiasi pada area yang terkena tumor diberikan. 


A.Dark pink indicates tumor
B.Light pink highlited area indicates tissue ( jaringan ) removed at lumpectomy
·       Total mastectomy, mengangkat seluruh payudara, tetapi tidak termasuk kelenjar getah bening dibawah ketiak


A. Pink highlighted area indicates tissue removed at mastectomy
B. Axillary limph nodes : level I
C. Axillary limph nodes : level II
D. Axillary limph nodes : level III
E. Supraclavicular lymp nodes
F. Internal mammary lymp nodes Total ( simple )
Gambar untuk tindakan Simple mastectomy :
A. Pink highlighted area indicates tissue removed at mastectomy
B. Axillary limph nodes : level I
C. Axillary limph nodes : level II
D. Axillary limph nodes : level III
·       Modified radical mastectomy, mengangkat payudara dan kelenjar getah bening dibawah ketiak.
·       Axillary limph node, mengangkat titik-titik kelenjar getah bening ketiak, kemudian sel kankernya diteliti oleh ahli patology.
·       Sentinel lymp node biopsy, prosedur dimana ahli bedah akan mencari dan kemudian mengangkat kelenjar getah bening utama pad ketiak ( sentinel lymph node ) yang langsung berhubungan dengan payudara. Ahli patology kemudian akan meneliti sel-sel kankernya. Untuk mengidentifikasi sentinel lymp node ahli bedah akan menyuntikkan suatu cairan dan / atau radioactive tracer kedalam area sekitar puting payudara. Cairan atau tracer tadi akan mengalir ketitik-titik kelenjar getah bening, yang pertama akan sampai ke sentinel lymp node. Ahli bedah akan menemukan titik-titik pada KGB ( kelenjar Getah Bening ) yang warnanya berbeda ( apabila digunakan cairan ) atau pancaran radiasi ( bila menggunakan tracer ). Cara ini biasanya mempunyai resiko rendah akan terjadinya lymphedema ( pembengkakan pada lengan ) daripada axillary lymp node dissection. Bila ternyata hasilnya sentinel node bebas dari penyebaran kanker, maka tidak ada operasi lanjutan untuk KGB. Apabila sebaliknya, maka dilanjutkan operasi pengangkatan KGB.
Wanita yang sudah dilakukan mastectomy kemudian bisa mempertimbangkan untuk melakukan breast reconstruction yaitu ahli bedah akan membuatkan payudara baru. Rekonstruksi bisa dilakukan dengan mengambil jaringan dari bagian tubuh lain. Atau dengan implant sintetis. Hal ini bisa dilakukan langsung pada saat mastectomy bisa juga sesudahnya.
ADJUVANT THERAPY :
Adalah pengobatan yang diberikan sebagai tambahan pengobatan setelah operasi. Tujuannya untuk mengurangi resiko kanker untuk kambuh. Tapi setiap pengobatan kanker tidak ada yang pasti akan melenyapkan kanker ( hanya Tuhan yang tahu, manusia berikhtiar saja ). Adjuvant theraphy antara lain : Terapi Radiasi, Chemotherapy, Hormon terapi dan Targeted Therapy. Dibawah ini adalah garis besar adjuvant therapy :

1. TERAPI RADIASI. Terapi ini menggunakan X-ray berenergy tinggi atau partikel lain untuk membunuh sel kanker. Terapi ini diberikan secara regular perminggu. Biasanya 5 hari selama seminggu. ( Senin – Jum’at ) selama 6-7 minggu. Tujuannya adalah : mematikan sel kanker yang mungkin masih ada / teetinggal disekitar area tumor yang sudah dioperasi, mengecilkan ukuran tumor sebelum kemudian dioperasi, agar memudahkan pada saat pengangkatan. Pengalaman saya, ketika metastasis kanker ketulang belakang, di radiasi sebanyak 10x untuk menghilangkan rasa sakit. Danuntuk mengecilkan tumor sebelum operasi di radiasi lagi sebanyak 38 kali. Proses radiasi tidak menyakitkan untuk prosesnya tidak lama. Tidak sampai 4 menit, tidak ada efek apapun. Hanya area yang di radiasi tidak boleh terkena air karena bisa melepuh. Ketika saya radiasi di ketiak, memang agak lecet. Karena biasanya ketiak berkeringat. Bisa diobati dengan perban luka, setelah agak kering lukanya bisa diolesi krem / salep untuk lecet karena radiasi.

2. CHEMOTHERAPY. Chemotherapy adalah menggunakan suatu obat yang fungsinya adalah untuk membunuh sel kanker. Systemic chemotherapy, obat chemo tersebut dialirkan lewat pembuluh darah, targetnya adalah seluruh sel kanker yang ada di tubuh. Efek samping obat chemotherapy sangat individual, tergantung dari masing-masing pasien juga dosisi yang diberikan biasanya dokter akan menghitung luas tubuh melalui berat badan pasien. Pada saat saya melakukan chemotherapy tahun lalu dan sekarang efek samping bisa dikatakan tidak ada / bisa diabaikan. Yang saya rasakan adalah rambut rontok, kalau leukosit mulai turun merasa sangat lelah. Lainnya tidak ada. ( untuk meminimalkan efek samping akan dibahas tersendiri ). Efek samping yang umumnya dirasakan pasien adalah :
1.    Rambut rontok
2.    Kemungkinan resiko infeksi ( basanya sariawan pada mulut, tenggorokan susah menelan karena infeksi jamur )
3.    Kuku dan kulit menghitam, kadang kulit kering
4.    Mual & muntah
5.    Ngilu tulang-tulang
6.    Hilang nafsu makan
7.    Diare atau malahan susah buang air besar
8.    Asam lambung naik
Gejala-gejala itu biasanya akan menghilang ketika pengobatan selesai. Chemotherapy bisa diberikan secara oral ( diminum ) dan intravenous ( diinfuskan ). Diberikan secara beseri ( untuk oral biasanya diminum selama 2 minggu, istirahat 1 minggu. Kalau diinfuskan 6 kali chemo, jaraknya 3 minggu untuk yang full dose ). Biasanya tidak perlu menginap di Rumah Sakit, apabila satu jam setelah chemo tidak mengalami efek apapun. Kalau agak mual-mual sedikit tidak apa-apa sampai dirumah biasanya akan hilang asal langsung istirahat / tidur.
Chemotherapy, bisa diberikan sebagai neoadjuvant therapy ( diberikan sebelum diadakan operasi, tujuannya adalah untuk mengecilkan tumor yang besar, mengeringkan luka kanker akibat kanker yang sudah pecah ), atau adjuvant therapy ( diberikan setelah operasi, untuk mengurangi kekambuhan ).
Dalam hal mana apabila kanker kambuh lagi ( cancer reccurence ). Pasien biasanya ditawari untuk menggunakan obat baru atau kombinasi dari obat yang sudah ada. Obat yang berbeda, berguna untuk kanker yang berbeda pula. Dan penelitian menunjukkan bahwa kombinasi dari obat-obat tertentu akan lebih efektif daripada obat individual. Obat – obat chemotherapy yang biasanya digunakan untuk kanker payudara adalah :
·       Cyclophosphamide ( cytoxan, Neosar )
·       Methotrexate ( banyak merk )
·       Fluorouracil ( 5-Fu, Adrucil )
·       Doxorubicin ( Adriamycin, Rubex )
·       Paclitaxel ( Taxol )
·       Docetaxel ( Taxotere )
·       Vinorelbine ( Navelbine )
·       Capecitabine ( Xeloda )
·       Protein bound paclitaxel ( Abraxane )
·       Gemcitabine ( Gemzar )
·       Ada juga obat yang baru di buat oleh Brysto Myers and Squib yaitu Ixempra ( tapi belum beredar di Indonesia, karena masih sangat baru )
·       Dll
Contoh kombinasi obat :
·       CMF ( cyclophosphamide, methotrexate, dan 5-FU )
·       FAC ( 5-Fu, Doxorubicin, cyclophosmide )
·       TAC ( docetaxel, doxorubicin, dan cyclophosphamide )
·       GT ( gemcitabine dan paclitaxel )
·       Dll
Beberapa obat ini bisa juga dikombinasikan dengan trastuzumab ( Herceptine ), suatu obat yang tergolong dalam targeted therapy. Dalam pengobatan kanker akan selalu dievaluasi oleh team dokter juga lebih baik apabila pasien aktif terlibat.

3. HORMON THERAPY. Terapi hormone berguna bagi pasien yang hasil biopsynya menunjukkan hasil positive untuk Estrogen receptor ( ER + ) dan Progesterone receptors ( PR + ) tipe kanker ini berarti pertumbuhannya dipengaruhi oleh hormone-hormon tersebut sehingga diperlukan obat untuk memblock hormone untuk membatasi / mengerem pertumbuhan tumor. Pemakaiannya bisa sendiri atau bersamaan dengan obat chemotherapy. Contoh terapi hormone sebagai adjuvant therapy adalah tamoxifen, anastrozole ( arimidex ), letrozole ( femara ), dan exemestane ( aromasin ).


A. Estrogen receptor
B. Estrogen
C. Estrogen helper protein
D. Cell nucleus
E. DNA ( genetic material ) inside the cell nucleus


Cell with estrogen receptors blocked by tamoxifen and helper protein :
A. Estrogen receptor
B. tamoxifen
C. Estrogen helper protein
D. Tamoxifen helper protein
E. Cell nucleus
F. DNA ( genetic material ) inside the cell nucleus

4. TARGETED THERAPY.Adalah termasuk obat baru yang bekerja untuk mengerem / menghentikan aksi dari protein abnormal ( HER2/neu ) yang menyebabkan sel kanker tumbuh dan membelah tak terkontrol.Monoclonal antibodies targete protein yang biasanya ada dalam jumlah yang besar didalam sel kanker.
·       Trastuzumab ( Herceptin ) dipakai sebagai obat untuk kanker payudara yang mengandung terlalu banyak protein HER2/neu.
·       Bevacizumab ( Avastin ) adalah antiangiogenic. ( masih dalam percobaan klinis ). Antiagiogenesis agent ini memblock angiogenesis ( formasi dari pembuluh darah baru ) yang dibutuhkan tumor untuk berkembang dan metastasis. 






STADIUM DAN GRADE DALAM KANKER PAYUDARA

Stadium dalam kanker, adalah untuk menggambarkan kondisi kanker, yaitu letaknya, sampai dimana penyebarannya, sejauh mana pengaruhnya terhadap organ tubuh yang lain. Dokter menggunakan test-test untuk menentukan stadium dari kanker. Jadi stadium belum bisa ditentukan apabila test-test itu belum komplit / selesai. Dengan mengetahui stadium, ini adalah salah satu cara yang membantu dokter untuk menentukan pengobatan apa yang cocok untuk pasien.

Salah satu cara yang dokter gunakan untuk menggambarkan stadium dari kanker adalah system TNM. System ini menggunakan tiga criteria untuk menentukan stadium kanker. Yaitu :
1.    Tumor itu sendiri. Seberapa besar ukuran tumornya dan dimana lokasinya ( T, Tumor )
2.    Kelenjar getah bening di sekitar tumor. Apakah tumor telah menyebar kekelenjar getah bening disekitarnya? ( N, Node )
3.    Kemungkinan tumor telah menjalar ke organ lain ( M, Metastasis )
 
STADIUM 0 :
Disebut Ductal Carsinoma In Situ atau Noninvasive Cancer. Yaitu kanker tidak menyebar keluar dari pembuluh / saluran payudara dan kelenjar-kelenjar (lobules) susu pada payudara.

STADIUM I
Tumor masih sangat kecil dan tidak menyebar serta tidak ada titik pada pembuluh getah bening
 
STADIUM IIa :
Pasien pada kondisi ini :
·       Diameter tumor lebih kecil atau sama dengan 2 cm dan telah ditemukan pada titik-titik pada saluran getah bening di ketiak ( axillary limph nodes )
·       Diameter tumor lebih lebar dari 2 cm tapi tidak lebih dari 5 cm. Belum menyebar ke titik-titik pembuluh getah bening pada ketiak ( axillary limph nodes ).
·       Tidak ada tanda-tanda tumor pada payudara, tapi ditemukan pada titik-titik di pembuluh getah bening ketiak.

STADIUM IIB :
Pasien pada kondisi ini :
1.    Diameter tumor lebih lebar dari 2 cm tapi tidak melebihi 5 cm.
2.    Telah menyebar pada titik-titik di pembuluh getah bening ketiak.
3.    Diameter tumor lebih lebar dari 5 cm tapi belum menyebar.

STADIUM III A :
Pasien pada kondisi ini :
·       Diameter tumor lebih kecil dari 5 cm dan telah menyebar ke titik-titik pada pembuluh getah bening ketiak.
·       Diameter tumor lebih besar dari 5 cm dan telah menyebar ke titik-titik pada pembuluh getah bening ketiak.
.
STADIUM III B :
Tumor telah menyebar ke dinding dada atau menyebabkan pembengkakan bisa juga luka bernanah di payudara. Atau didiagnosis sebagai Inflammatory Breast Cancer. Bisa sudah atau bisa juga belum menyebar ke titik-titik pada pembuluh getah bening di ketiak dan lengan atas, tapi tidak menyebar ke bagian lain dari organ tubuh.

STADIUM IIIC :
Sebagaimana stadium IIIB, tetapi telah menyebar ke titik-titik pada pembuluh getah bening dalam group N3 ( Kanker telah menyebar lebih dari 10 titik disaluran getah bening dibawah tulang selangka ).

STADIUM IV :
Ukuran tumor bisa berapa saja, tetapi telah menyebar ke lokasi yang jauh, yaitu :
Tulang, paru-paru,liver atau tulang rusuk.

GRADE
Untuk mengetahui Grade Kanker, sample-sample hasil biopsy dipelajari dibawah microscope. Suatu grade kanker payudara ditentukan berdasarkan pada bagaimana bentuk sel kanker dan perilaku sel kanker dibandingkan dengan sel normal. Ini akan memberi petunjuk pada team dokter seberapa cepatnya sel kanker itu berkembang.
Berikut adalah Grade dalam kanker payudara :
GRADE 1 :
Ini adalah grade yang paling rendah, sel kanker lambat dalam berkembang, biasanya tidak menyebar.
GRADE 2 :
Ini adalah grade tingkat sedang
GRADE 3 :
Ini adalah grade yang tertinggi, cenderung berkembang cepat, biasanya menyebar.

Selasa, 28 September 2010

BAGAIMANA TERAPI RADIASI ( RADIOTERAPHY ) DIBERIKAN ?

EXTERNAL BEAM RADIATION

External beam radiation adalah jenis terapi yang paling sering digunakan. Radiasi, berasal dari mesin yang disebut linear accelerator dimana mesin ini akan mengalirkan energy radiasi yang tinggi ke area dimana kanker dituju tapi berefek juga pada jaringan normal yang dilewati.Metoda ini mirip dengan pemberian X-ray, hanya ini waktunya lebih lama. External beam radiation ini memungkinkan untuk melakukan treatment pada area tubuh yang lebih luas dan lebih dari satu lokasi misalnya pada area utama kanker dan sekitar kelenjar getah bening.Pemberiannya setiap hari ( biasanya 5 hari dalam seminggu ) untuk beberapa minggu ( untuk radiasi tulang biasanya 10x sedang untuk organ lain bisa 20x atau lebih ). Biaya radiasi di RSCM, untuk 10x radiasi ± Rp. 9.000.000 an. Sedang untuk 20x radiasi atau lebih ± Rp. 20.000.000 – Rp. 28.000.000,-
Perencanaan Pengobatan :
Pertama-tama dokter akan merencanakan jenis pengobatan untuk pasien.Bagian pertama dari rencana pengobatan ini disebut simulation. Ini adalah tahap penggambaran. Pasien akan diminta oleh team medis untuk berbaring di suatu meja didalam ruangan simulasi. Dan dilakukan pemantauan dari layar diluar ruang untuk mendapatkan posisi yang paling bagus pada saat penyinaran, dan tidak berefek pada organ-organ penting lain. Apabila posisi sudah didapat, kemudian lokasi itu ditandai dengan spidol tahan air. Maka dilokasi didalam area yang digambari itulah yang akan dituju oleh sinar radiasi. Area ini disebut radiation field.Selama pengobatan ini, area yang disebut radiation field tidak boleh kena air. Karena selain menjaga agar tanda-tanda tidak hilang, juga supaya tidak melepuh kalau terkena air.Dokter, bisa menggunakan test imaging diantaranya CT scan untuk mencek ukuran tumor, mengindentifikasikan dimana kanker kemungkinan paling banyak menyebar, memetakan jaringan normal yang berada diarea treatment, pengukuran dan pengembangan rencana pengobatan. Didalam prosedur komplek disebut dosimetry, program computer digunakan untuk mengetahui berapa besar struktur normal akan terekspose radiasi dalam rangka menentukan dosis radiasi.Kemudian Dokter dan dosimetrist akan bersama-sama menentukan jumlah radiasi yang akan diberikan pada pasien. Dasar penentuan tersebut adalah ukuran tumor, seberapa sensitifnya tumor terhadap radiasi,dan kemampuan jaringan normal menahan sinar radiasi.
Dosis dan Treatment
Jumlah total radiasi yang akan diberikan pada pasien diukur dalam satuan yang disebut Gray ( Gy ). Sering, dosis dinyatakan dalam centrigray ( cGy ), yaitu seratus per satu Gy. Untuk eksternal radiasi, dosis total sering dibagi dalam beberapa dosis yang lebih kecil ( fractions) yang biasa diberikan lebih dari beberapa minggu. Ini memungkinkan pemberian dosis yang tidak menyebabkan kerusakan jaringan normal.
Gambar pasien dalam posisi external beam radiation, dari depan. Terlihat setengah dari beam Radiation:




A. Warna kuning terang : Adalah payudara yang ditreatment
B. Warna kuning muda : beam di udara, tidak menyentuh pasien
C. Lubang dari Linear Accelerator
D. Alat pemegang lengan kanan pasien
Gambar pasien dari posisi samping, sedang dilakukan treatment radiasi.





A. Warna kuning terang : Adalah payudara yang ditreatment
B. Warna kuning muda : beam di udara, tidak menyentuh pasien
C. Lubang dari Linear Accelerator
D. Alat pemegang lengan kanan pasien
Potongan melintang dari pasien area payudara yang sedang di radiasi





A. Middle radiation beam
B. Side radiation beam
C. Kuning terang : Lokasi dimana radiasi diberikan pada payudara
D. Tulang rusuk
E. Jantung
F. Paru-paru
G. Tulang belakang
H. Tulang payudara
Seperti yang terlihat dalam gambar, radiasi untuk seluruh payudara diberikan dari dua lokasi treatment yang berbeda.Kedua area itu saling berlawanan. Dan saling berhadapan :
o Yang satu dimulai dari sebelah payudara dan sampai tengah-tengah dada ( letak tulang payudara )
o Satu lagi dimulai dari tengah-tengah dada dan sampai samping payudara

INTERNAL RADIATION
Beberapa jenis radiasi bisa dimasukkan kedalam tubuh. Terapi ini mempunyai beberapa nama yang berbeda, termasuk internal radiasi sendiri, brachytherapy, intracavitary radiation dan intraoperative radiation. Untuk internal radiasi,bahan khusus digunakan untuk radiasi.Zat radioactive yang sangat kecil, disebut seeds, digunakan untuk pengobatan kanker.Beberapa seeds melepaskan radiasi secara perlahan ( pengobatan ini diberikan lebih dari sehari ), ini disebut dosis rendah atau brachytherapy. Beberapa seeds yang lain melepaskan radiasi secara cepat ( pengobatan diberikan antara 5-10 menit ). Ini disebut dosis tinggi. Dengan teknik ini, Seeds diletakkan sementara didalam tabung kecil disebut catheter atau alat special seperti balon ( disebut MammoSite ) yang telah di implant kedalam area payudara, dilokasi yang pernah ada kankernya ( setelahdioperasi ) Apabila ini merupakan pengobatan radiasi utama, maka disebut Partial-breast radiation. Internal radiation bisa juga sebagai treatment tambahan pada akhir dari seluruh external radiation treatment.

PARTIAL-BREAST RADIATION
Untuk wanita yang kankernya merupakan kanker stadium dini, bisa dilakukan operasi breast conserving surgery ( lumpectomy ) diikuti dengan radiasi sebagai pengganti mastectomy. Lumpectomy tujuannya adalah membuang kanker. Kemudian radiasi diberikan untuk menghilangkan kemungkinan sel kanker yang mungkin tertinggal setelah operasi. Standard pengobatan kini, adalah melakukan radiasi pada seluruh payudara setelah lumpectomy. Tapi pilihan lain juga bisa dilakukan yaitu : Partial-breast radiation. Dikenal juga dengan sebutan Partial-breast irradiation (PBI) atau limited-field radiation therapy. Partial-breast radiation dikembangkan untuk mengurangi / mencegah kekambuhan, memperpendek waktu yang digunakan untuk pelaksanaan radiasi, dan memperkecil dosis dari radiasi ( ini otomatis mengurangi efek sampingnya ) terhadap jaringan disekitarnya. Partial-breast radiation juga bisa diberikan lagi, tapi pada bagian lain dari payudara, apabila kanker baru terdiagnosa lagi dimasa datang. Kalau radiasi penuh, biasanya tidak dapat diberikan lagi pada payudara yang sama.